Senin, 16 Desember 2013

budidaya ikan hias air tawar




CARA BUDIDAYA IKAN HIAS AIR TAWAr



Kalau sudah cinta dan hobi, biasanya orang bisa berjam-berjam duduk didepan wadah tembus pandang atau di kolam pekarangan hanya untuk memperhatikan keindahan dan warna-warni serta goyang lenggak-lenggoknya. Untuk mendapatkannya bahkan rela merogoh kocek jutaan sampai ratusan juta rupiah. Binatang yang dimaksud adalah ikan hias air tawar.

Bisnis ikan hias memang memiliki prospek bisnis menggiurkan. Dengan modal yang tidak terlalu besar dan sedikit keterampilan membudidayakannya anda dijamin dapat potensial income dari bisnis ini. Pasarnya pun terbilang cukup mudah, terutama di kota – kota besar seperti : Tangerang, Serang dan Cilegon, serta beberapa kota besar lain di Jabodetabek.

Alasan yang dipilih mengapa ikan hias sebagai sumber penghasilan ? karena usaha budidaya ikan hias tidak membutuhkan lahan yang luas, memerlukan modal yang kecil dan dapat dilakukan oleh setiap anggota keluarga juga waktu yang relatif singkat. Jenis-jenis ikan tersebut antara lain jenis siklid, platis, lemon, cupang, black ghost, manvis, palmas, guppy, diskus, oscar dan masih banyak lagi lainnya dengan tingkat pembudidayaan secara tradisonal, semi intensif ataupun secara intensif dengan sarana dan prasarana yang beragam.

Untuk mendapatkan hasil budidaya ikan hias yang baik dapat dilakukan dengan selalu menjaga kualitas dan kuantitasnya. Dalam menjaga kualitas dan kuantitas tidak terlepas dari cara budidaya ikan hias yang dilakukan. Oleh karena itu dalam kegiatan budidaya ikan hias perlu diperhatikan beberapa hal yaitu :




Budidaya ikan hias dapat menggunakan wadah dari berbagai jenis selama tidak bocor. Wadah budidaya yang sering digunakan untuk ikan hias adalah akuarium, kolam bak semen, kolam terpal/plastik, bak fiber glass dengan ukuran yang beragam. Selain itu juga dapat dimanfaatkan barang-barang bekas yang tidak bocor dan dapat ditambal dengan ukuran dan diameter yang beragam ukurannya. Wadah budidaya ikan sistem airnya ada yang mengalir dan ada yang tergenang. Wadah pembudidayaan ikan hias ini terdiri dari wadah perawatan induk, pemijahan, penetasan telur, pendederan, pembesaran dan penampungan hasil. Tetapi wadah yang digunakan tergantung dari jenis ikan dan yang utama adalah tergantung dari luas lahan dan modal yang dimiliki.

Lingkungan hidup ikan hias air tawar

Ikan hias mempunyai kemampuan hidup pada lingkungan yang beragam. Lingkungan hidup ikan yang sangat mempengaruhi adalah air, suhu, derajat keasaman (PH), kesadahan air, kandungan oksigen terlarut dan kecerahan. Untuk membudidayakan ikan hias haruslah sesuai dengan kondisi lingkungan air disekitar kita. Lingkungan air yang ideal bagi ikan hias rata-rata adalah untuk suhu air 24 – 300C, PH 6-7, oksigen terlarut > 3 ppm dan kecerahan air 30 – 60 cm.

Sumber air untuk budidaya ikan hias antara lain berasal dari air tanah, air sungai dan air PAM. Jenis-jenis air tersebut harus diendapkan dahulu minimal 12-24 jam sebelum dipakai agar kandungan oksigen terlarutnya cukup dan gas-gas yang lain hilang.
Untuk membuat PH yang sesuai dengan kehidupan ikan hias dapat dilakukan dengan memberikan kapur pertanian atau kapur bordo dengan dosis secukupnya bila terlalu asam/basa.


budidaya ikan hias air laut

Memelihara ikan hias air laut sebenarnya amat gampang, cuma saja anda memerlukan sedikit pengetahuan untuk betul-betul bisa meikmati keindahan ikan yang biasa hidup di bawah laut ini. Di bawah ini sebagian tips untuk memelihara ikan hias air laut.

Anda janganlah tergesa-gesa memasukkan ikan air asin ke dalam akuarium. Hal ini mempunyai tujuan supaya situasi akuarium mendekati dengan lingkungan aslinya terlebih dulu. Lantas, air di dalam akuarium mesti memiliki siklus nitrogen, hingga bisa menumbuhkan bakteri-bakteri pendukung di dalam kehidupan air asin. Biasanya bakteri-bakteri ini dapat nampak pada minggu ke 4 sesudah siklus diawali.

Anda janganlah memasukkan ikan terlampau banyak di dalam akuarium. Kondisi ikan yang terlalu banyak ini bisa bikin ikan stres serta gampang mati. Disamping itu, anda juga janganlah memberikan makanan ikan di dalam jumlah banyak dikarenakan bisa bikin akuarium lebih cepat kotor. Air yang kotor mengakibatkan mutu air menurun dan, penurunan ini akan mempermudah ikan laut anda sakit serta mati.

Untuk memasukkan ikan baru ke dalam aquarium, anda butuh lakukan aklimatisasi. Artinya, ikan baru yang dapat dimasukan ke didalam akuarium terlebih dulu mesti sesuai suhunya dengan suhu akuarium. Caranya ambangkan ikan yang tetap di dalam plastiknya di akuarium lebih kurang 20 menit, sesudah itu buka serta masukan sedikit air akuarium ke dalam plastik ikan baru serta diamkan selama 10 menit. Sesudah itu, ikan baru dimasukan ke dalam akuarium.

Anda cuma cukup memberikan makan ikan sehari sekali. Jadi, ikan laut anda sebaiknya tidak terus-terusan diberi makan, 1 kali 1 hari dirasa telah cukup. Makanan yang terlalu berlebih dapat cepat turunkan serta kurangi mutu air didalam akuarium.

Lengkapi akuarium dengan karang hidup sebanyak-banyaknya untuk melindungi mutu air dengan alami. pakai karang yang berwarna ungu atau bayak sisi batangnya yang berwarna ungu.

Anda butuh memberikan tumbuhan air laut. tumbuhan ini bisa menolong melindungi kesetabilan mutu air, terlebih rumput asam ( caulerpa sertularioides ), rumput jarum ( chaetomorpha ) atau anggur hijau. tumbuhan ini bisa kurangi kandungan nitrat serta bikin akuarium lebih beri kesegaran untuk ikan. ubahlah air lebih kurang 20% dari jumlah air didalam akuarium. penggantian air ini butuh dikerjakan tiap-tiap 2 minggu sekali.

Jagalah ph air supaya tidak teralu rendah atau terlampau tinggi. Bila ph air yang terlampau rendah, anda dapat menggunakan obat kalkwasser. Adapun untuk lihat kandungan garam anda dapat menggunakan hydrometer. Gunakan protein skimmer untuk melindungi mutu air laut. Protein skimer untuk akuarium air laut, dapat dibeli baik di toko ikan hias ataupun di seaworld.

Berikanlah ikan anda udang pellet. Udang pelet amat berguna dikarenakan suka mengonsumsi bakteri whitespot ( bintik-putih ) yang kerap nampak pada tubuh ikan.

Jagalah suhu air. Suhu yang baik untuk ikan yaitu 28 derajat celcius serta untuk suhu koral 20 derajat celcius.

Demikianlah artikel dengan judul inilah tips memelihara ikan hias air laut yang baik, semoga bisa berguna untuk penggemar ikan hias air laut.

Sumber :
http://akuariumhias.blogspot.com/2013/01/tips-memelihara-ikan-hias-air-laut-2.html





Angelfish

Ini adalah ikan yang cantik dengan bentuk pipih lebar. Ada banyak dan beragam motif serta bentuk ikan anglefish yang bisa anda pilih. Tubuh ikan ini biasanya pipih dan sisinya terdapat garis-garis.

Ikan blue devil


Meski namanya berkonotasi jahat namun ikan ini termasuk tipe yang estetis. Tubuhnya langsing dengan warna biru berbintik putih di bagian atas. Tipe ikan ini bergerak aktif berenang di antara karang.

Ikan botana (blue tang)

Bila anda hendak memelihara ikan ini, maka ada beragam jenis pilihan, mulai botana biru, botana kasur dan botana kacamata

Tiap jenis memiliki ciri khas masing masing. Botana biru, tentu saja tubuh biru dan memiliki bentuk agak bulat. Ikan ini menjadi karakter 'Dory' dalam "Finding Nemo"

Lalu botana kasur memiliki warna yang mengingatkan pada kasur.

Neon tetra

Khusus ikan ini memiliki warna keemasan dengan seulas tips garis biru mirip neon hingga ke  mata. Ikan ini adalah ikan yang unik dan cukup digemari karena warnanya yang cantik.

Ikan Badut

Yup, ini adalah ikan yang menjadi karakter utama dalam "Finding Nemo" atau biasa disebut clown fish. Ikan  ini memiliki warna cantik berupa belang putih dan jingga. Bila anda ingin memelihara pula terumbu karang, maka ikan badut bisa menjadi pilihan tepat karena spesies ini salah satu yang bisa bertahan dan tidak menjadi korban si terumbu yang  suka menyantap ikan.
Lionfish
Ikan ini mengacu pada genus Pterois dalam keluarga Scorpaenidae. Mereka memiliki duri  yang beracun dan harus diperlakukan dengan hati-hati. Spesies lain dalam keluarga Scorpaenidae namun di luar Pterois biasa juga disebut lionfish. Makanan ikan hias biasa, seperti makanan ikan badut tidak cocok bagi lionfish sehingga anda harus berkonsultasi betul bila ingin memelihara ikan ini. Jangan sampai membeli mahal lalu rugi gara-gara cepat mati karena salah urus.
Sebenarnya masih banyak jenis ikan hias air laut yang sering dipelihara. Anda bisa melihat dan memilih langsung di toko-toko ikan hias. Sebelum menentukan yang mana, sangat dianjurkan anda telah memahami bagaimana cara merawat mereka.
http://hokiepetsmanado.blogspot.com/2013/08/ikan-hias-air-laut.html


http://cara-buat-cari-contoh.blogspot.com/2013/07/budidaya-blue-devil-betok-ambon.htmlIkan | Jurnal Penelitian Perikanan Home Privacy Policy Jurnal Perikanan Ikan Hias Berita Perikanan Resep Ikan Video Ikan Browse: Home > Ikan Hias > Ikan Hias Air Laut > Daftar Spesies Ikan Hias Air Laut Daftar Spesies Ikan Hias Air Laut ikan hias air laut Ikan Hias - Daftar Spesies Ikan Hias Air Laut - Diperlukan usaha yang keras untuk membuat akuarium air laut yang baik. Tetapi kerja keras akan sebanding dengan hasil yang didapatkan, mengingat banyaknya ragam dan jenis ikan hias air laut yang akan dapat dipelihara di dalam akuarium yang kita buat, di samping keindahannya yang luar biasa bila dibandingkan dengan ikan hias jenis lain. Mulai dari si "Nemo" alias clownfish yang indah dan lucu hingga angelfish yang anggun, yang bagaikan makhluk dari negeri dongeng, di antara ikan-ikan hias ini ada beberapa jenis ikan yang sensitif terhadap lingkungan baru, tetapi ada juga yang langsung merasa nyaman dengan akuarium yang kita buat. Oleh karena itu, memang diperlukan sedikit keterampilan dalam memilah dan memilih jenis ikan hias air laut yang akan kita pelihara di akuarium. Di bawah ini saya buatkan daftar spesies ikan hias air laut yang umum dipelihara dan sudah diperjual-belikan di toko-toko ikan hias. Daftar Spesies Ikan Hias Air Laut: Angelfish, biasa juga disebut Manfish (Besar) Spesies: Apolemichthys xanthurus, Genicanthus semifasciatus, Chaetodontoplus duboulayi, Pygoplites diacanthus, Holacanthus ciliaris, Chaetodontoplus meridithii, Holacanthus passer, Pomacanthus navarchus, Pomacanthus semicirculatus, Pomacanthus maculosus, Apolemichthys griffisi, Pomacanthus arcuatus, Pomacanthus paru, Pomacanthus imperator, Pomacanthus zonipectus, Euxiphipops xanthometopon, Chaetodontoplus caeruleopunctatus, Holacanthus bermudensis, Genicanthus bellus, Pomacanthus asfur, Pomacanthus annularis Manfish (Kecil): Spesies: Centropyge bicolor, Centropyge multifasciata, Centropyge aurantonotus, Centropyge bispinosa, Centropyge argi, Centropyge eibli, Centropyge loricula, Centropyge vroliki, Centropyge heraldi, Centropyge tibicens, Centropyge flavissima, Centropyge multicolor, Centropyge acanthops, Centropyge flavicauda, Centropyge potteri, Centropyge ferrugata, Sumireyakko venustus Anthias (Ikan Bibir Merah): Spesies: Pseudanthias huchtii, Pseudanthias hypselosoma, Pseudanthias pleurotaenia, Pseudanthias squamipinnis, Pseudanthias rubrizonatus, Pseudanthias heemstrai, Pseudanthias parvirostris, Pseudanthias cooperi, Pseudanthias bicolor, Pseudanthias bartlettorum Ikan Bass dan Kerapu: Spesies: Cephalopholis taeniops, Cephalopholis miniata, Epinephelus fasciatus, Epinephelus flavocaeruleus, Cephalopholis argus, Cephalopholis formosa, Serranus tortugarum, Cephalopholis fulva, Mycteroperca rosacea, Grammistes sexlineatus, Serranus tigrinus, Pogonoperca punctata, Calloplesiops altivelis, Cephalopholis miniatus, Cephalopholis panamensis, Cromileptes altivelis, Serranus scriba, Cephalopholis polleni, Cephalopholis urodeta, Variola louti, Plectropomus laevis, Epinephelus summana, Cephalopholis spiloparaea, Cephalopholis urodelus Ikan Basslet dan Assessor: Spesies: Assessor flavissimus, Gramma brasiliensis, Gramma loreto, Assessor macneilli, Gramma melacara Batfish: Spesies: Platax teira, Platax orbicularis, Platax pinnatus Ikan Blenny: Spesies: Acanthemblemaria spinosa, Ecsenius bicolor, Ecsenius namiyei, Meiacanthus nigrolineatus, Atrosalarias fuscus, Enchelyurus flavipes, Meiacanthus bundoon, Meiacanthus oualanensis, Malacoctenus boehlkei, Cirripectes stigmaticus, Salarias fasciatus, Ecsenius lineatus, Ecsenius midas, Scartella cristata, Crossosalarias macrospilus, Ophioblennius atlanticus, Ecsenius gravieri, Emblemaria pandionis, Salarias segmentatus, Salarias ramosus, Meiacanthus grammistes, Ecsenius stigmatura, Ecsenius bimaculatus, Pholidichthys leucotaenia Boxfish atau Blowfish atau Pufferfish atau Ikan Buntal: Spesies: Ostracion cubicus, Canthigaster bennetti, Canthigaster valentini, Arothron manilensis, Arothron hispidus, Arothron stellatus, Canthigaster rostrata, Diodon hystrix, Diodon holocanthus, Arothron mappa, Arothron nigropunctatus, Ostracion solorensis, Lactoria cornuta, Arothron immaculatus, Tetrasomus gibbosus, Canthigaster jactator, Canthigaster coronata, Canthigaster papua, Arothron meleagris Butterflyfish atau Ikan Kupu-kupu (Family Chaetodontidae): Spesies: Chelmon rostratus, Heniochus diphreutes, Forcipiger flavissimus, Chaetodon lunula, Chaetodon paucifasciatus, Chaetodon mertensii, Chaetodon unimaculatus, Chaetodon rafflesii, Chaetodon ulietensis, Chaetodon falcula, Chaetodon auriga, Chaetodon tinkeri, Chaetodon semilarvatus Ikan Cardinal (Cardinalfish; Genus Pterapogon): Spesies: Apogon aureus, Sphaeramia nematoptera, Apogon gilberti, Apogon maculatus, Apogon flores, Pterapogon kauderni, Archamia zosterophora, Apogon nigrofasciatus, Apogon leptacanthus, Apogon fragilis, Apogon hoeveni, Apogon cyanosoma, Apogon compressus Ikan Chromis: Spesies: Chromis flavomaculata, Chromis insolatus, Acanthochromis polyacanthus, Chromis atripectoralis, Chromis xanthura, Chromis lineata, Chromis limbaughi, Chromis viridis, Chromis chromis, Chromis cyanea, Chromis retrofasciata, Chromis iomelas, Neoglyphidodon nigroris, Chromis nitida, Chromis amboinensis Anemonefish atau Clownfish atau Ikan Badut: Spesies: Amphiprion melanopus, Amphiprion clarkii, Amphiprion ocellaris, Premnas biaculeatus, Amphiprion percula, Amphiprion perideraion, Amphiprion frenatus, Amphiprion polymnus, Amphiprion sebae Ikan Damsel: Spesies: Pomacentrus amboinensis, Chrysiptera hemicyanea, Neoglyphidodon nigroris, Pomacentrus nigromarginatus, Chrysiptera cyanea, Pomacentrus coelestis, Paraglyphidodon oxyodon, Pomacentrus simsiang, Chrysiptera caeruleolineata, Neoglyphidodon melas, Pomacentrus caeruleus, Chrysiptera galba, Dascyllus carneus, Neoglyphidodon crossi, Dascyllus trimaculatus, Chrysiptera taupou, Dascyllus melanurus, Hypsypops rubicunda, Dischistodus prosopotaenia, Dascyllus albisella, Microspathodon chrysurus, Chrysiptera rex, Pomacentrus moluccensis, Stegastes diencaeus, Dascyllus marginatus, Pomacentrus alleni, Pomacentrus vaiuli, Pomacentrus pavo, Pomacentrus smithi, Chrysiptera rollandi, Abudefduf saxatilis, Pomacentrus bankanensis, Chrysiptera springeri, Chrysiptera starcki, Chrysiptera talboti, Dascyllus aruanus, Stegastes planifrons, Chrysiptera tricincta, Dascyllus reticulatus, Amblyglyphidodon aureus, Dascyllus auripinnis, Pomacentrus auriventris, Dascyllus flavicaudus, Chrysiptera parasema, Neopomacentrus azysron Dartfish: Spesies: Ptereleotris zebra, Ptereleotris evides, Nemateleotris decora, Nemateleotris magnifica, Ptereleotris hanae Ikan Dragonet (Mandarinfish): Spesies: Synchiropus picturatus, Synchiropus ocellatus, Synchiropus stellatus, Synchiropus splendidus Belut Laut: Spesies: Gymnomuraena zebra, Congrogadus subducens, Gymnothorax meleagris, Gymnothorax nudivomer, Gymnothorax fimbriatus, Gymnothorax favagineus, Myrichthys maculosus, Taenioconger hassi, Echidna nebulosa, Gymnothorax picta, Gymnothorax kidako, Muraena lentiginosa, Gymnothorax funebris, Gymnothorax miliaris, Gymnothorax melatremus, Enchelycore pardalis, Echidna catenata, Rhinomuraena quaesita, Gymnothorax saxicola, Echidna polyzona, Myrichthys colubrinus Filefish: Spesies: Chaetodermis penicilligerus, Oxymonacanthus longirostris, Paraluteres prionurus, Paramonacanthus japonicus, Meuschenia hippocrepis, Pervagor spilosoma, Cantherhines dumerili, Pervagor melanocephalus Flatfish atau Ikan Sebelah: Spesies: Soleichthys heterorhinos Ikan Foxface atau Rabbitfish: lihat spescies di Rabbitfish Ikan Katak (Frogfish): Spesies: Antennarius maculatus, Antennarius striatus, Histrio histrio, Antennarius commerson, Antennarius multiocellatus Goatfish: Spesies: Parupeneus barberinus, Parupeneus multifasciatus, Parupeneus cyclostomus, Parupeneus barberinoides Ikan Goby: Spesies: Gobiodon acicularis, Priolepis nocturna, Cryptocentrus pavoninoides, Lythrypnus dalli, Coryphopterus glaucofraenum, Gobiodon citrinus, Amblygobius rainfordi, Amblyeleotris diagonalis, Valenciennea puellaris, Stonogobiops dracula, Pholidichthys leucotaenia, Eviota pellucida, Gobiosoma multifasciatum, Gobiodon atrangulatus, Amblygobius hectori, Stonogobiops nematodes, Elacatinus oceanops, Amblyeleotris guttata, Amblyeleotris randalli, Amblygobius decussatus, Gobius melanopus, Cryptocentrus aurora, Elacatinus puncticulatus, Trimma cana, Amblygobius phalaena, Valenciennea sexguttata, Valenciennea strigata, Valenciennea helsdingeni, Valenciennea longipinnis, Amblyeleotris steinitzi, Cryptocentrus cinctus, Amblyeleotris wheeleri, Signigobius biocellatus, Valenciennea wardii, Ctenogobiops tangaroai, Stonogobiops yasha, Diademichthys lineatus, Gobiodon okinawae, Priolepis aureoviridis Ikan Grunt (Haemulidae): Spesies: Plectorhinchus albovittatus, Plectorhinchus chaetodonoides, Plectorhinchus diagrammus, Anisotremus virginicus, Plectorhinchus picus, Plectorhinchus orientalis, Terapon jarbua, Plectorhinchus lineatus Ikan Hamlet: Spesies: Hypoplectrus guttavarius, Hypoplectrus indigo, Hypoplectrus gummigutta, Hypoplectrus unicolor, Hypoplectrus nigricans, Hypoplectrus puella, Hypoplectrus gemma Hawkfish atau Ikan Elang: Spesies: Cirrhitichthys oxycephalus, Neocirrhitus armatus, Paracirrhites xanthus, Cirrhitichthys falco, Cirrhitichthys fasciatus, Amblycirrhitus pinos, Cirrhitichthys polyactis, Oxycirrhites typus, Paracirrhites forsteri, Paracirrhites arcatus, Cirrhitichthys aureus, Cirrhitichthys aprinus, Paracirrhites hemistictus Ikan Hogfish: Spesies: Bodianus rufus, Bodianus diana, Bodianus bilunulatus, Bodianus pulchellus, Bodianus mesothorax, Bodianus bimaculatus Ikan Jack (Family Carangidae): Spesies: Selene vomer, Alectis indicus, Gnathanodon speciosus Ikan Jawfish: Spesies: Opistognathus aurifrons, Opistognathus whitehurstii, Opistognathus rosenblatti, Opistognathus lonchurus Lionfish (Genus Pterois, Famili Scorpaenidae): Spesies: Parapterois heterura, Pterois antennata, Pterois mombasae, Dendrochirus biocellatus, Dendrochirus brachypterus, Dendrochirus barberi, Pterois radiata, Pterois russelli, Dendrochirus zebra, Pterois volitans Parrotfish atau Ikan Kakatua: Spesies: Scarus taeniopterus, Cetoscarus bicolor Ikan Pipefish atau Needlefish: Spesies: Corythoichthys haematopterus, Doryrhamphus janssi, Doryrhamphus pessuliferus, Doryrhamphus dactyliophorus Ikan Pseudochromis: Spesies: Pseudochromis paccagnellae, Pseudochromis cyanotaenia, Pseudochromis aureus, Pholidochromis cerasina, Pseudochromis dilectus, Pseudochromis fuscus, Ogilbyina novaehollandiae, Pseudochromis elongatus, Pseudochromis flammicauda, Pseudochromis fridmani, Manonichthys polynemus, Pseudochromis steenei, Pseudochromis aldabraensis, Cypho purpurascens, Pseudochromis coccinicauda, Manonichthys alleni, Pseudochromis diadema, Labracinus cyclophthalmus, Pseudochromis veliferus, Pseudochromis splendens, Pseudochromis springeri, Pseudochromis sankeyi, Pseudochromis porphyreus, Pseudochromis bitaeniatus, Pseudochromis flavivertex Rabbitfish (Ikan Baronang): Spesies: Siganus uspi, Siganus doliatus, Siganus vulpinus, Siganus magnificus, Siganus unimaculatus, Siganus guttatus Jenis Ikan Pari Hias (Stingray): Spesies: Urolophus spp., Manta birostris, Trygonorhina fasciata, Platyrhinoidis triseriata, Urobatis halleri Scorpionfish (Ikan Scorpio / Kalajengking): Spesies: Synanceja verrucosa, Amblyapistus taenionotus, Scorpaenopsis possi, Scorpaenopsis papuensis, Pteroidichthys amboinensis, Inimicus didactylus, Taenianotus triacanthus, Rhinopias aphanes, Scorpaenopsis macrochir, Rhinopias eschmeyeri, Rhinopias frondosa, Parascorpaena mossambica, Iracundus signifer, Sebastapistes cyanostigma Kuda Laut (Seahorse): Spesies: Hippocampus abdominalis, Hippocampus breviceps, Hippocampus kelloggi, Hippocampus bargibanti, Hippocampus erectus, Hippocampus kuda, Hippocampus whitei, Hippocampus zosterae, Hippocampus reidi, Hippocampus histrix, Hippocampus comes Jenis Hiu: Spesies: Orectolobus wardi, Orectolobus ornatus, Orectolobus maculatus, Heterodontus portusjacksoni, Ginglymostoma cirratum, Atelomycterus marmoratus, Chiloscyllium plagiosum, Chiloscyllium punctatum Hemiscyllium ocellatum Snappers (Kakap): Spesies: Caesio xanthonota, Lutjanus sebae, Macolor niger, Symphorichthys spilurus, Lutjanus adetii Squirrelfish dan Soldierfish: Spesies: Pristigenys serrula, Heteropriacanthus cruentatus, Myripristis jacobus, Myripristis vittata, Sargocentron xantherythrum, Sargocentron tiere Jenis Ikan Tang: Spesies: Ctenochaetus striatus, Acanthurus nigroris, Ctenochaetus hawaiiensis, Acanthurus lineatus, Acanthurus triostegus, Ctenochaetus binotatus, Zebrasoma desjardinii, Acanthurus chirurgus, Acanthurus dussumieri, Acanthurus coeruleus, Acanthurus tristis, Acanthurus nigricans, Acanthurus xanthopterus, Zebrasoma flavescens, Acanthurus maculiceps, Acanthurus achilles, Paracanthurus hepatus, Ctenochaetus strigosus, Acanthurus nigrofuscus, Naso lopezi, Acanthurus pyroferus, Naso lituratus, Acanthurus olivaceus, Acanthurus leucosternon, Acanthurus japonicus, Zebrasoma xanthurus, Zebrasoma veliferum, Zebrasoma scopas, Acanthurus sohal, Naso vlamingii, Naso unicornis, Ctenocheatus tominiensis, Acanthurus tennenti Ikan Tilefish: Spesies: Hoplolatilus marcosi, Hoplolatilus purpureus, Hoplolatilus starcki Triggerfish (Famili: Balistidae Genus: Rhinecanthus): Spesies: Balistoides conspicillum, Xanthichthys mento, Xanthichthys caeruleolineatus, Balistes punctatus, Rhinecanthus verrucosus, Sufflamen chrysopterum, Melichthys niger, Sufflamen bursa, Melichthys indicus, Pseudobalistes fuscus, Odonus niger, Rhinecanthus aculeatus, Xanthichthys auromarginatus, Melichthys vidua, Balistes vetula, Sufflamen albicaudatum, Balistapus undulatus, Balistoides viridescens, Abalistes stellatus, Rhinecanthus assasi, Rhinecanthus rectangulus, Xanthichthys ringens Ikan Wrasse (Famili: Labridae): Spesies: Paracheilinus carpenteri, Cheilinus diagrammus, Thalassoma trilobatum, Thalassoma lucasanum, Novaculichthys taeniourus, Pseudocheilinus octotaenia, Thalassoma bifasciatum, Cirrhilabrus lyukyuensis, Cirrhilabrus flavidorsalis, Cirrhilabrus luteovittatus, Halichoeres trispilus, Gomphosus varius, Cirrhilabrus exquisitus, Cirrhilabrus punctatus, Halichoeres chrysus, Cirrhilabrus jordani, Coris formosa, Thalassoma lutescens, Halichoeres chloropterus, Cirrhilabrus rhomboidalis, Thalassoma jansenii, Cirrhilabrus solorensis, Thalassoma quinquevittatum, Pseudocheilinus ocellatus, Halichoeres hortulanus, Macropharyngodon meleagris, Halichoeres melanurus, Halichoeres iridis, Pseudocheilinus evanidus, Cirrhilabrus filamentosus, Coris gaimard, Cirrhilabrus cyanopleura, Paracheilinus mccoskeri, Cirrhilabrus rubriventralis, Thalassoma hebraicum, Choerodon fasciatus, Pseudocheilinus hexataenia, Cirrhilabrus rubrisquamis, Macropharyngodon geoffroyi, Cirrhilabrus aurantidorsalis, Cirrhilabrus lubbocki, Thalassoma lunare, Cirrhilabrus lineatus, Cirrhilabrus laboutei, Cirrhilabrus scottorum, Pseudocheilinus tetrataenia

Kunjungi sumbernya di: http://kuliah-ikan.blogspot.com/2012/05/daftar-spesies-ikan-hias-air-laut.html
Hak Cipta http://kuliah-ikan.blogspot.com/ Apabila anda meng-copy, mohon dicantumkan blog ini dan link-nya sebagai sumber referensi
Daftar Spesies Ikan Hias Air Laut ikan hias air laut Ikan Hias - Daftar Spesies Ikan Hias Air Laut - Diperlukan usaha yang keras untuk membuat akuarium air laut yang baik. Tetapi kerja keras akan sebanding dengan hasil yang didapatkan, mengingat banyaknya ragam dan jenis ikan hias air laut yang akan dapat dipelihara di dalam akuarium yang kita buat, di samping keindahannya yang luar biasa bila dibandingkan dengan ikan hias jenis lain. Mulai dari si "Nemo" alias clownfish yang indah dan lucu hingga angelfish yang anggun, yang bagaikan makhluk dari negeri dongeng, di antara ikan-ikan hias ini ada beberapa jenis ikan yang sensitif terhadap lingkungan baru, tetapi ada juga yang langsung merasa nyaman dengan akuarium yang kita buat. Oleh karena itu, memang diperlukan sedikit keterampilan dalam memilah dan memilih jenis ikan hias air laut yang akan kita pelihara di akuarium. Di bawah ini saya buatkan daftar spesies ikan hias air laut yang umum dipelihara dan sudah diperjual-belikan di toko-toko ikan hias. Daftar Spesies Ikan Hias Air Laut: Angelfish, biasa juga disebut Manfish (Besar) Spesies: Apolemichthys xanthurus, Genicanthus semifasciatus, Chaetodontoplus duboulayi, Pygoplites diacanthus, Holacanthus ciliaris, Chaetodontoplus meridithii, Holacanthus passer, Pomacanthus navarchus, Pomacanthus semicirculatus, Pomacanthus maculosus, Apolemichthys griffisi, Pomacanthus arcuatus, Pomacanthus paru, Pomacanthus imperator, Pomacanthus zonipectus, Euxiphipops xanthometopon, Chaetodontoplus caeruleopunctatus, Holacanthus bermudensis, Genicanthus bellus, Pomacanthus asfur, Pomacanthus annularis Manfish (Kecil): Spesies: Centropyge bicolor, Centropyge multifasciata, Centropyge aurantonotus, Centropyge bispinosa, Centropyge argi, Centropyge eibli, Centropyge loricula, Centropyge vroliki, Centropyge heraldi, Centropyge tibicens, Centropyge flavissima, Centropyge multicolor, Centropyge acanthops, Centropyge flavicauda, Centropyge potteri, Centropyge ferrugata, Sumireyakko venustus Anthias (Ikan Bibir Merah): Spesies: Pseudanthias huchtii, Pseudanthias hypselosoma, Pseudanthias pleurotaenia, Pseudanthias squamipinnis, Pseudanthias rubrizonatus, Pseudanthias heemstrai, Pseudanthias parvirostris, Pseudanthias cooperi, Pseudanthias bicolor, Pseudanthias bartlettorum Ikan Bass dan Kerapu: Spesies: Cephalopholis taeniops, Cephalopholis miniata, Epinephelus fasciatus, Epinephelus flavocaeruleus, Cephalopholis argus, Cephalopholis formosa, Serranus tortugarum, Cephalopholis fulva, Mycteroperca rosacea, Grammistes sexlineatus, Serranus tigrinus, Pogonoperca punctata, Calloplesiops altivelis, Cephalopholis miniatus, Cephalopholis panamensis, Cromileptes altivelis, Serranus scriba, Cephalopholis polleni, Cephalopholis urodeta, Variola louti, Plectropomus laevis, Epinephelus summana, Cephalopholis spiloparaea, Cephalopholis urodelus Ikan Basslet dan Assessor: Spesies: Assessor flavissimus, Gramma brasiliensis, Gramma loreto, Assessor macneilli, Gramma melacara Batfish: Spesies: Platax teira, Platax orbicularis, Platax pinnatus Ikan Blenny: Spesies: Acanthemblemaria spinosa, Ecsenius bicolor, Ecsenius namiyei, Meiacanthus nigrolineatus, Atrosalarias fuscus, Enchelyurus flavipes, Meiacanthus bundoon, Meiacanthus oualanensis, Malacoctenus boehlkei, Cirripectes stigmaticus, Salarias fasciatus, Ecsenius lineatus, Ecsenius midas, Scartella cristata, Crossosalarias macrospilus, Ophioblennius atlanticus, Ecsenius gravieri, Emblemaria pandionis, Salarias segmentatus, Salarias ramosus, Meiacanthus grammistes, Ecsenius stigmatura, Ecsenius bimaculatus, Pholidichthys leucotaenia Boxfish atau Blowfish atau Pufferfish atau Ikan Buntal: Spesies: Ostracion cubicus, Canthigaster bennetti, Canthigaster valentini, Arothron manilensis, Arothron hispidus, Arothron stellatus, Canthigaster rostrata, Diodon hystrix, Diodon holocanthus, Arothron mappa, Arothron nigropunctatus, Ostracion solorensis, Lactoria cornuta, Arothron immaculatus, Tetrasomus gibbosus, Canthigaster jactator, Canthigaster coronata, Canthigaster papua, Arothron meleagris Butterflyfish atau Ikan Kupu-kupu (Family Chaetodontidae): Spesies: Chelmon rostratus, Heniochus diphreutes, Forcipiger flavissimus, Chaetodon lunula, Chaetodon paucifasciatus, Chaetodon mertensii, Chaetodon unimaculatus, Chaetodon rafflesii, Chaetodon ulietensis, Chaetodon falcula, Chaetodon auriga, Chaetodon tinkeri, Chaetodon semilarvatus Ikan Cardinal (Cardinalfish; Genus Pterapogon): Spesies: Apogon aureus, Sphaeramia nematoptera, Apogon gilberti, Apogon maculatus, Apogon flores, Pterapogon kauderni, Archamia zosterophora, Apogon nigrofasciatus, Apogon leptacanthus, Apogon fragilis, Apogon hoeveni, Apogon cyanosoma, Apogon compressus Ikan Chromis: Spesies: Chromis flavomaculata, Chromis insolatus, Acanthochromis polyacanthus, Chromis atripectoralis, Chromis xanthura, Chromis lineata, Chromis limbaughi, Chromis viridis, Chromis chromis, Chromis cyanea, Chromis retrofasciata, Chromis iomelas, Neoglyphidodon nigroris, Chromis nitida, Chromis amboinensis Anemonefish atau Clownfish atau Ikan Badut: Spesies: Amphiprion melanopus, Amphiprion clarkii, Amphiprion ocellaris, Premnas biaculeatus, Amphiprion percula, Amphiprion perideraion, Amphiprion frenatus, Amphiprion polymnus, Amphiprion sebae Ikan Damsel: Spesies: Pomacentrus amboinensis, Chrysiptera hemicyanea, Neoglyphidodon nigroris, Pomacentrus nigromarginatus, Chrysiptera cyanea, Pomacentrus coelestis, Paraglyphidodon oxyodon, Pomacentrus simsiang, Chrysiptera caeruleolineata, Neoglyphidodon melas, Pomacentrus caeruleus, Chrysiptera galba, Dascyllus carneus, Neoglyphidodon crossi, Dascyllus trimaculatus, Chrysiptera taupou, Dascyllus melanurus, Hypsypops rubicunda, Dischistodus prosopotaenia, Dascyllus albisella, Microspathodon chrysurus, Chrysiptera rex, Pomacentrus moluccensis, Stegastes diencaeus, Dascyllus marginatus, Pomacentrus alleni, Pomacentrus vaiuli, Pomacentrus pavo, Pomacentrus smithi, Chrysiptera rollandi, Abudefduf saxatilis, Pomacentrus bankanensis, Chrysiptera springeri, Chrysiptera starcki, Chrysiptera talboti, Dascyllus aruanus, Stegastes planifrons, Chrysiptera tricincta, Dascyllus reticulatus, Amblyglyphidodon aureus, Dascyllus auripinnis, Pomacentrus auriventris, Dascyllus flavicaudus, Chrysiptera parasema, Neopomacentrus azysron Dartfish: Spesies: Ptereleotris zebra, Ptereleotris evides, Nemateleotris decora, Nemateleotris magnifica, Ptereleotris hanae Ikan Dragonet (Mandarinfish): Spesies: Synchiropus picturatus, Synchiropus ocellatus, Synchiropus stellatus, Synchiropus splendidus Belut Laut: Spesies: Gymnomuraena zebra, Congrogadus subducens, Gymnothorax meleagris, Gymnothorax nudivomer, Gymnothorax fimbriatus, Gymnothorax favagineus, Myrichthys maculosus, Taenioconger hassi, Echidna nebulosa, Gymnothorax picta, Gymnothorax kidako, Muraena lentiginosa, Gymnothorax funebris, Gymnothorax miliaris, Gymnothorax melatremus, Enchelycore pardalis, Echidna catenata, Rhinomuraena quaesita, Gymnothorax saxicola, Echidna polyzona, Myrichthys colubrinus Filefish: Spesies: Chaetodermis penicilligerus, Oxymonacanthus longirostris, Paraluteres prionurus, Paramonacanthus japonicus, Meuschenia hippocrepis, Pervagor spilosoma, Cantherhines dumerili, Pervagor melanocephalus Flatfish atau Ikan Sebelah: Spesies: Soleichthys heterorhinos Ikan Foxface atau Rabbitfish: lihat spescies di Rabbitfish Ikan Katak (Frogfish): Spesies: Antennarius maculatus, Antennarius striatus, Histrio histrio, Antennarius commerson, Antennarius multiocellatus Goatfish: Spesies: Parupeneus barberinus, Parupeneus multifasciatus, Parupeneus cyclostomus, Parupeneus barberinoides Ikan Goby: Spesies: Gobiodon acicularis, Priolepis nocturna, Cryptocentrus pavoninoides, Lythrypnus dalli, Coryphopterus glaucofraenum, Gobiodon citrinus, Amblygobius rainfordi, Amblyeleotris diagonalis, Valenciennea puellaris, Stonogobiops dracula, Pholidichthys leucotaenia, Eviota pellucida, Gobiosoma multifasciatum, Gobiodon atrangulatus, Amblygobius hectori, Stonogobiops nematodes, Elacatinus oceanops, Amblyeleotris guttata, Amblyeleotris randalli, Amblygobius decussatus, Gobius melanopus, Cryptocentrus aurora, Elacatinus puncticulatus, Trimma cana, Amblygobius phalaena, Valenciennea sexguttata, Valenciennea strigata, Valenciennea helsdingeni, Valenciennea longipinnis, Amblyeleotris steinitzi, Cryptocentrus cinctus, Amblyeleotris wheeleri, Signigobius biocellatus, Valenciennea wardii, Ctenogobiops tangaroai, Stonogobiops yasha, Diademichthys lineatus, Gobiodon okinawae, Priolepis aureoviridis Ikan Grunt (Haemulidae): Spesies: Plectorhinchus albovittatus, Plectorhinchus chaetodonoides, Plectorhinchus diagrammus, Anisotremus virginicus, Plectorhinchus picus, Plectorhinchus orientalis, Terapon jarbua, Plectorhinchus lineatus Ikan Hamlet: Spesies: Hypoplectrus guttavarius, Hypoplectrus indigo, Hypoplectrus gummigutta, Hypoplectrus unicolor, Hypoplectrus nigricans, Hypoplectrus puella, Hypoplectrus gemma Hawkfish atau Ikan Elang: Spesies: Cirrhitichthys oxycephalus, Neocirrhitus armatus, Paracirrhites xanthus, Cirrhitichthys falco, Cirrhitichthys fasciatus, Amblycirrhitus pinos, Cirrhitichthys polyactis, Oxycirrhites typus, Paracirrhites forsteri, Paracirrhites arcatus, Cirrhitichthys aureus, Cirrhitichthys aprinus, Paracirrhites hemistictus Ikan Hogfish: Spesies: Bodianus rufus, Bodianus diana, Bodianus bilunulatus, Bodianus pulchellus, Bodianus mesothorax, Bodianus bimaculatus Ikan Jack (Family Carangidae): Spesies: Selene vomer, Alectis indicus, Gnathanodon speciosus Ikan Jawfish: Spesies: Opistognathus aurifrons, Opistognathus whitehurstii, Opistognathus rosenblatti, Opistognathus lonchurus Lionfish (Genus Pterois, Famili Scorpaenidae): Spesies: Parapterois heterura, Pterois antennata, Pterois mombasae, Dendrochirus biocellatus, Dendrochirus brachypterus, Dendrochirus barberi, Pterois radiata, Pterois russelli, Dendrochirus zebra, Pterois volitans Parrotfish atau Ikan Kakatua: Spesies: Scarus taeniopterus, Cetoscarus bicolor Ikan Pipefish atau Needlefish: Spesies: Corythoichthys haematopterus, Doryrhamphus janssi, Doryrhamphus pessuliferus, Doryrhamphus dactyliophorus Ikan Pseudochromis: Spesies: Pseudochromis paccagnellae, Pseudochromis cyanotaenia, Pseudochromis aureus, Pholidochromis cerasina, Pseudochromis dilectus, Pseudochromis fuscus, Ogilbyina novaehollandiae, Pseudochromis elongatus, Pseudochromis flammicauda, Pseudochromis fridmani, Manonichthys polynemus, Pseudochromis steenei, Pseudochromis aldabraensis, Cypho purpurascens, Pseudochromis coccinicauda, Manonichthys alleni, Pseudochromis diadema, Labracinus cyclophthalmus, Pseudochromis veliferus, Pseudochromis splendens, Pseudochromis springeri, Pseudochromis sankeyi, Pseudochromis porphyreus, Pseudochromis bitaeniatus, Pseudochromis flavivertex Rabbitfish (Ikan Baronang): Spesies: Siganus uspi, Siganus doliatus, Siganus vulpinus, Siganus magnificus, Siganus unimaculatus, Siganus guttatus Jenis Ikan Pari Hias (Stingray): Spesies: Urolophus spp., Manta birostris, Trygonorhina fasciata, Platyrhinoidis triseriata, Urobatis halleri Scorpionfish (Ikan Scorpio / Kalajengking): Spesies: Synanceja verrucosa, Amblyapistus taenionotus, Scorpaenopsis possi, Scorpaenopsis papuensis, Pteroidichthys amboinensis, Inimicus didactylus, Taenianotus triacanthus, Rhinopias aphanes, Scorpaenopsis macrochir, Rhinopias eschmeyeri, Rhinopias frondosa, Parascorpaena mossambica, Iracundus signifer, Sebastapistes cyanostigma Kuda Laut (Seahorse): Spesies: Hippocampus abdominalis, Hippocampus breviceps, Hippocampus kelloggi, Hippocampus bargibanti, Hippocampus erectus, Hippocampus kuda, Hippocampus whitei, Hippocampus zosterae, Hippocampus reidi, Hippocampus histrix, Hippocampus comes Jenis Hiu: Spesies: Orectolobus wardi, Orectolobus ornatus, Orectolobus maculatus, Heterodontus portusjacksoni, Ginglymostoma cirratum, Atelomycterus marmoratus, Chiloscyllium plagiosum, Chiloscyllium punctatum Hemiscyllium ocellatum Snappers (Kakap): Spesies: Caesio xanthonota, Lutjanus sebae, Macolor niger, Symphorichthys spilurus, Lutjanus adetii Squirrelfish dan Soldierfish: Spesies: Pristigenys serrula, Heteropriacanthus cruentatus, Myripristis jacobus, Myripristis vittata, Sargocentron xantherythrum, Sargocentron tiere Jenis Ikan Tang: Spesies: Ctenochaetus striatus, Acanthurus nigroris, Ctenochaetus hawaiiensis, Acanthurus lineatus, Acanthurus triostegus, Ctenochaetus binotatus, Zebrasoma desjardinii, Acanthurus chirurgus, Acanthurus dussumieri, Acanthurus coeruleus, Acanthurus tristis, Acanthurus nigricans, Acanthurus xanthopterus, Zebrasoma flavescens, Acanthurus maculiceps, Acanthurus achilles, Paracanthurus hepatus, Ctenochaetus strigosus, Acanthurus nigrofuscus, Naso lopezi, Acanthurus pyroferus, Naso lituratus, Acanthurus olivaceus, Acanthurus leucosternon, Acanthurus japonicus, Zebrasoma xanthurus, Zebrasoma veliferum, Zebrasoma scopas, Acanthurus sohal, Naso vlamingii, Naso unicornis, Ctenocheatus tominiensis, Acanthurus tennenti Ikan Tilefish: Spesies: Hoplolatilus marcosi, Hoplolatilus purpureus, Hoplolatilus starcki Triggerfish (Famili: Balistidae Genus: Rhinecanthus): Spesies: Balistoides conspicillum, Xanthichthys mento, Xanthichthys caeruleolineatus, Balistes punctatus, Rhinecanthus verrucosus, Sufflamen chrysopterum, Melichthys niger, Sufflamen bursa, Melichthys indicus, Pseudobalistes fuscus, Odonus niger, Rhinecanthus aculeatus, Xanthichthys auromarginatus, Melichthys vidua, Balistes vetula, Sufflamen albicaudatum, Balistapus undulatus, Balistoides viridescens, Abalistes stellatus, Rhinecanthus assasi, Rhinecanthus rectangulus, Xanthichthys ringens Ikan Wrasse (Famili: Labridae): Spesies: Paracheilinus carpenteri, Cheilinus diagrammus, Thalassoma trilobatum, Thalassoma lucasanum, Novaculichthys taeniourus, Pseudocheilinus octotaenia, Thalassoma bifasciatum, Cirrhilabrus lyukyuensis, Cirrhilabrus flavidorsalis, Cirrhilabrus luteovittatus, Halichoeres trispilus, Gomphosus varius, Cirrhilabrus exquisitus, Cirrhilabrus punctatus, Halichoeres chrysus, Cirrhilabrus jordani, Coris formosa, Thalassoma lutescens, Halichoeres chloropterus, Cirrhilabrus rhomboidalis, Thalassoma jansenii, Cirrhilabrus solorensis, Thalassoma quinquevittatum, Pseudocheilinus ocellatus, Halichoeres hortulanus, Macropharyngodon meleagris, Halichoeres melanurus, Halichoeres iridis, Pseudocheilinus evanidus, Cirrhilabrus filamentosus, Coris gaimard, Cirrhilabrus cyanopleura, Paracheilinus mccoskeri, Cirrhilabrus rubriventralis, Thalassoma hebraicum, Choerodon fasciatus, Pseudocheilinus hexataenia, Cirrhilabrus rubrisquamis, Macropharyngodon geoffroyi, Cirrhilabrus aurantidorsalis, Cirrhilabrus lubbocki, Thalassoma lunare, Cirrhilabrus lineatus, Cirrhilabrus laboutei, Cirrhilabrus scottorum, Pseudocheilinus tetrataenia Daftar spesies ikan hias air laut di atas adalah jenis-jenis ikan hias laut yang umum dan sudah tersedia di pasaran ikan hias atau toko akuarium. Akan tetapi daftar di atas belumlah begitu lengkap dan komprehensif, karena beberapa spesies ikan hias air laut tertentu yang cukup langka, kemungkinan tidak tersedia di pasaran untuk diperjualbelikan dan tidak dicantumkan dalam d

ikan lionfish


Jika diserang, lionfish suatu memberikan racun ampuh melalui jarum-seperti sirip punggung. Sengat sangat menyakitkan bagi manusia dan dapat menyebabkan kesulitan mual dan bernapas, tetapi jarang berakibat fatal.


segala sesuatu tentang lionfish-nya berbisa merah-putih garis-garis zebra, panjang, sirip dada pamer, dan umumnya bantahan sikap-mengatakan, "Jangan sentuh!"
 
Racun dari lionfish itu, disampaikan melalui sebuah array hingga 18 jarum seperti sirip punggung, adalah murni defensif. Hal ini bergantung pada kamuflase dan-cepat kilat refleks untuk menangkap mangsanya, terutama ikan dan udang. Sebuah sengatan dari lionfish adalah sangat menyakitkan bagi manusia dan dapat menyebabkan kesulitan mual dan bernapas, tetapi jarang berakibat fatal.
 
Lionfish, kalkun juga disebut ikan, ikan naga dan ikan kalajengking, yang asli dan celah-celah karang berbatu Indo-Pasifik, meskipun mereka telah menemukan cara mereka untuk menghangatkan habitat laut di seluruh dunia.


 
Yang terbesar dari lionfish dapat tumbuh hingga sekitar 15 inci (0,4 meter) panjangnya, namun rata-rata lebih dekat dengan 1 kaki (0,3 meter).
 
Lionfish yang populer di beberapa bagian dunia sebagai makanan, tetapi jauh lebih berharga dalam perdagangan akuarium. Jumlah populasi mereka sehat dan distribusi mereka berkembang, menyebabkan beberapa yang bersangkutan di Amerika Serikat, di mana beberapa merasakan keberhasilan spesies ini non-pribumi menyajikan bahaya manusia dan lingkungan.
 http://citrashining.blogspot.com/2011/11/ikan-singa-lion-fish.html


budidaya ikan badut

TEKNIK BUDIDAYA IKAN HIAS NEMO ATAU CLOWNFISH



TEKNIK BUDIDAYA IKAN HIAS NEMO ATAU CLOWNFISH
Mengenal ikan nemo atau clownfish
lkan badut adalah ikan hias air laut dari subfamili Amphiprioninae. Terdapat sekitar 28 spesies dikenali, salah satunya berada di genus Premnas, sementara sisanya di genus Amphiprion. Ikan badut berwarna kuning, jingga, kemerahan atau kehitaman. Spesies terbesar dapat tumbuh mencapai panjang 18 cm, sementara terkecil hanya mencapai 10 cm. Di jepang, ikan badut di kenal dengan nama kakure-kumanomi, di Rusia: obyknovennaya rybka-kloun, dan di Denmark: klovnfisk.
Nama Ilmiah: Amphiprion percula
Nama lain : ikan badut (clownfish), ikan anemon (anemone fish), ikan nemo
Ukuran: 3 – 4 inci (10 cm)
Harapan hidup: 3 – 6 tahun
Class: Actinopterygii
Order: Perciformes
Family: Pomacentridae
 
                                 
Habitat dan Penyebaran
Ikan badut merupakan ikan karang tropis yang hidup di perairan hangat pada daerah terumbu dengan kedalaman kurang dari 50 meter dan berair jernih. Dengan daerah penyebaran di Samudera Pasifik (Fiji), Laut Merah, Samudra Hindia (Indonesia, Malaysia, Thailand, Maladewa, Burma), dan Great Barrier Reef Australia.
Makanan
Ikan badut merupakan ikan omnivore (pemakan hewan dan tumbuhan), jadi selain invertebrata kecil (crustacea & parasit yang melekat pada tubuh anemon), alga juga diketahui memenuhi 20 – 25% kebutuhan nutrisinya.
Simbiosis Mutualisme
Ikan badut & anemon hidup berdampingan & saling menguntungkan, Anemon akan melindungi ikan badut dan ikan badut akan menangkal ikan kupu-kupu (Butterfly Fish) yang suka memakan anemon. Ikan badut juga akan memakan invertebrata kecil yang melekat di tentakel anemon yang membahayakan anemon (parasit) dan membantu membersihkan anemon dari kotoran seperti pasir dsb. Di sisi lain kotoran dari ikan badut memberikan nutrisi untuk anemon.
Teknik budidaya ikan nemo/clownfish
           1.      persiapan wadah
Wadah yang digunakan untuk induk adalah aquarium 40 x 40 x 40 cm yang dilengkapi dengan instalasi air laut dan aerasi serta saluran pembuangan. Aquarium tersebut ditempatkan di ruangan yang cukup cahaya sinar matahari hal dimakasudkan untuk menghidari parasir baik untuk induk maupun terhadap telur yang dihasilkan.
            2.      Induk yang digunakan
Induk yang digunakan adalah induk alam atau induk dari hasil pemijahan yang sudah diseleksi baik dari segi Kesehatan, jenis, ukuran, warna maupun karakter lain yang diminati oleh pasar.
            3.   Perjodohan
Perjodohan dilakukan untuk mendapatkan pasangan induk yang cocok, ikan nemo jika merasa tidak cocok dengan pasangannya maka ikan tersebut akan berantem sampai ada yang mati jika tidak cepat dipisahkan. Perjodohan ikan nemo tidaklah terlalu sulit cukup memilih induk yang besar (betina) dan induk yang agak kecil (jantan) masukkan dalam aquarium yang sudah disiapkan, sebaiknya sirkulasi air dilakukan selama 24 jam agar kondisi kualitas air tetap terjaga. Setelah perjodohan dilakukan, sebaiknya diamati terus, jika tidak terjadi kecocokan maka pasangan tersebut harus diganti sampai mendapatkan pasangan yang cocok.
4.      Penanganan iduk
Untuk mempercepat proses pemijahan dan dapat menghasilkan telur yang berkualitas maka pakan yang diberika harus berkualitas pula dan diberikan sesering mungkin. Pada tahap awal pemijahan telur yang dihasilkan masih sedikit dan bahkan terkadang tidak menetas,  pada Pemijahan selanjutnya produksinya akan terus meningkat. Pemijahan terjadi pada siang hari yaitu sekitar pukul 12.00 - 17.00 dimana induk betina perlahan meletakkan dan menata telurnya pada subsrat dekat anemone lalu dibuahi oleh jantan, hal ini dilakukan berulang kali sampai proses pemijahan selesai. Telur dijaga dan dibersihkan oleh induknya namun yang paling dominan adalah jantan. Telur menetas menjadi larva setelah berumur 6 atau 8 hari dan biasanya telur menetas dimalam hari yaitu sekitar pukul 19.00 - 20.00. 
5.      Penanganan larva
Dalam pemeliharaan larva sebaiknya wadah yang digunakan minimal bervolume 1 ton karena semakin kecil volume air maka pluktusi perubahan kualitas air juga semakin cepat dan sangat berpengaruh terhadap SR dan pertumbuhan larva.  Pada tahap awal pakan yang diberikan adalah rotifer yang disesuaikan dengan kepadatan larva dan dipertahankan kepadatan rotifernya 5-10 sel/ml air. Selain rotifer pakan alami berupa naupli artemia diberikan setelah  mencapai  umur 7 atau sekitar 10 hari dan disesuaikan kemampuan larva untuk mengkonsumasi naupli artemia tersebut. Hal ini dapat dilihat dari perubahan warna larva dari hitam menjadi agak kemerahan dan pada saat itulah larva dapat mengkonsumsi naupli artemia. Pakan tambahan juga dapat diberikan berupa pellet setelah umur >10 hari. larva sudah dapat dipindahkan ke wadah pendederan atau  pembesaran setelah 12 hari pemeliharaan. 
6.   Pembesaran
Pembesaran dapat dilakukan pada aquarium, bak fiber atau kolam, namun untuk memudahkan penanganan disaat benih baru keluar dari bak larva sebaiknya dipelihara dalam aquarium dengan system air mengalir. Penanganan diaquarim memudahkan dalam pengontrolan terhadap penyakit, pemberian pakan, perbaikan kulitas. Stelah berukuran 2 cm maka sebaiknya dipelihara di wadah yang lebih luas. Pemberian pakan sebaiknya diberikan sesering mungkin minimal 3 kali sehari, jenins pakan yang diberikan dapat berupa pellet, artemia, cacing renik, udang renik ataupun jentik nyamuk. 
7. Gambar beberapa jenis benih ikan nemo 

Gambar 1. benih nemo biasa (Amphyprion ocellaris)





Gambar 2. benih nemo biak (Amphyprion percula)

http://abganfish.blogspot.com/2013/01/teknik-budidaya-ikan-hias-nemo-atau.html

budidaya ikan neon sutra

Budidaya Ikan Neon Tetra

Budidaya Ikan Neon Tetra (akuariumhias) -Beberapa pembudidaya (breeder) ikan hias neon tetra mengaku kewalahan hadapi keinginan ekspor. Di antara breeder di Sawangan, Depok, Jawa Barat, menyebutkan keinginan dari eksportir dapat ikan neon tetra itu dua juta ekor per bln.. tetapi, koperasi kami cuma dapat menghasilkan satu juta ekor per bln., kata seorang breeder

Pasar ekspor ikan bernama latin paracheirodon innesi ini terbuka di singapura, amerika serikat, serta eropa. tak hanya sebagai ikan hias, di eropa, ikan neon tetra ini di ambil zat warnanya untuk bahan kosmetika. kesempatan usaha makin manis lantaran baru indonesia serta china yang sukses membenihkan neon tetra.
Breeder itu menyebutkan anakan ikan berukuran 0, 8 cm yang berumur 40 hari dihargai Rp 150 per ekor. tengah harga neon tetra berukuran 3 cm meraih Rp 600 per ekor. kapasitas breeding neon tetra miliknya berkisar 120. 000-200. 000 ekor 1 bulan.

Breeder itu mengaku telah 10 th. membudidayakan neon tetra. dia tertarik ikan ini dikarenakan keinginannya tidak dulu surut. sejak awal budidaya hingga saat ini, harga ikan ini juga stabil. bila harga ikan kardinal tetra itu dapat naik turun berulang-kali lipat, tuturnya.
Beberapa jenis ikan tetra populer cukup indah. berbagai macam type ikan hias tetra yang dikenal di Indonesia layaknya green tetra, blue tetra, silver tetra, neon tetra & banyak lagi yang lain. pada catatan ini diketengahkan type neon tetra yang datang dari sungai amazon Amerika, serta sudah berkembang biak di indonesia. neon tetra ( hyphessobryconnesi ), ikan hias ini terhitung ke didalam grup ikan hias yang sangat menarik.

Tubuhnya berjalur merah serta biru hijau selama tubuhnya dari insang hingga ekornya. didalam budidaya ikan hias ini mudah dipelihara, kuat serta tidak mudah sakit/mati.

Langkah membiakkan
Langkah membiakkan ikan type ini tetap cukup sukar serta membutuhkan ketekunan dan pengalaman yang lama. adapun untuk membiakan & budidaya ikan hias ini dibutuhkan kriteria spesifik diantaranya :

* air mesti steril serta berbentuk asam ( ph lebih kecil dari 6, 4 )
* suka pada area yang gelap.
* suhu lebih kurang 20°c

Langkah membedakan jantan serta betina yaitu seperti berikut :
* jantan : garis tubuh pada type tetra neon lurus, wujud agak panjang.
* betina : bulat pendek serta perut membesar, garis tubuh pada neon tetra agak bengkok.

Langkah membiakkannya :
  1. Pisahkan induk-induk neon tetra.
  2. Air hujan ditampung serta didiamkan hingga + 2 minggu.
  3. Area yang dipergunakan untuk membiakkan, ikan tersebut dibersihkan ter lebih dahulu serta dicuci dengan tawas.
  4. Masukkan air hujan tersebut ke didalam area pemijahan.
  5. Tetesi dengan air rendaman kayu asam.
  6. Didiamkan 2 ~ 3 hari.
  7. Masukkan tanaman atau daun-daunan untuk letakkan telur neon tetra tersebut.
  8. Masukkan induk tetra yang sudah dipisahkan terlebih dulu.
  9. Tutuplah area tersebut serta berilah lubang sinar sedikit supaya agar bisa lihat gerak-gerik ikan tersebut.
  10. Bila tampak jantan serta betina saling berkejar-kejaran, maka + 3 hari lantas telah tampak telur-telur yang melekat pada daun atau akar yang sudah disiapkan.
  11. Pindahkan induknya serta ditutup dengan kain hitam sampai tak ada sinar yang masuk.
  12. Sepanjang + 3 hari telur neon tetra tersebut menetas.
  13. Anak ikan ini bisa diberi makanan infusoria yaitu bakteri pembusuk pada daun kubis/kol yang dibusukkan setetes untuk tetes. anda dapat membelinya di toko ikan hias ataupun area jual ikan hias  
http://akuariumhias.blogspot.com/2013/02/budidaya-ikan-neon-tetra.html

budidaya ikan blue devil

BBL Ambon sukses membenihkan blue devil, ikan hias yang amat digemari di AS. Bisa menjadi bisnis rumahan yang menguntungkan.

Maluku yang dikenal sebagai provinsi seribu pulau dan 90% wilayahnya berupa lautan menyimpan banyak potensi. Salah satunya ikan hias blue devil (Chrysiptera cyanea) alias betok ambon. Walau namanya cukup ekstrem, iblis biru, ikan ini berpenampilan cantik.

Blue devil betina mempunyai ekor berwarna putih, sedangkan yang jantan berekor merah. Tubuhnya langsing dengan warna biru berbintik putih di bagian atas. Saat terancam, ikan hias ini berubah warna dalam sekejap menjadi biru tua atau biru gelap. Tapi, dalam kondisi aman, ia menampakkan warnanya yang biru kehijauan. Ikan ini mudah dipelihara sehingga digemari pecinta ikan hias.

Betok ambon terbilang ikan tahan banting dan rakus. Ia pun termasuk ikan hias terlaris di Amerika Serikat (AS). Tingginya kegemaran terhadap betok ambon ini berdampak pada permintaan tinggi yang mengancam populasinya di alam. Ukuran jual blue devil sebagai ikan hias akuarium sekitar 5—7 cm, sedangkan harga jual ekspornya US$12—US$17 per ekor.

Selama ini blue devil yang diperdagangkan dan diekspor adalah hasil tangkapan. Tujuan ekspornya meliputi Singapura, China, Hongkong, Malaysia, Jepang, Uni Eropa, Korsel, dan AS. Kesuksesan Balai Budidaya Laut (BBL) Ambon membudidayakan ikan ini jelas mendukung program pelestarian dan dapat meningkatkan ekspornya.

Pemijahan Induk

Tahapan budidayanya adalah domestikasi induk, pemijahan induk, dan pemeliharaan larva. Induk yang digunakan berasal dari hasil tangkapan alam di Desa Liang, Kec. Salahutu, Kab. Maluku Tengah. Induk dipelihara dalam bak beton berukuran 8 ton dengan jantan sebanyak 20 ekor dan betina 80 ekor (1:4). Induk dipelihara dengan sistem sirkulasi dan juga aerasi yang berasal dari blower. Dasar bak diberi pasir dan substrat berupa batu untuk tempat bersarang dan menempelkan telur.

Bak induk juga diisi teripang pasir sebagai pembersih sisa pakan. Induk dijatah pakan pellet komersial sekenyangnya dua kali sehari, pukul 09.00 dan 15.00.

Pemijahan dilangsungkan secara alami. Induk betina yang akan memijah perutnya gendut, sedangkan yang jantan sangat agresif bergerak membuat dan membersihkan sarang. Induk betina mulai bergerak ke arah substrat untuk menempelkan telurnya.

Induk di bak terkontrol tersebut dapat memijah tiap saat dan larvanya bisa dipanen tiap malam. Induk betina menempelkan telurnya pada batu atau shelter berupa potongan pipa paralon, sedangkan induk jantan berperan menjaga dan membersihkan telur.

Pemeliharaan Larva

Telur yang telah terbuahi akan menetas menjadi larva. Penetasan dilakukan dalam bak induk. Setelah telur menetas, yaitu saat matahari terbenam atau hari sudah mulai gelap, larva ini dipindahkan ke bak pemeliharaan larva berukuran 8 ton menggunakan selang ¾ inci.

Pengambilan larva dibantu dengan lampu sorot supaya larva mengumpul. Kalau terlambat dipindahkan, dikhawatirkan siang harinya larva-larva ini akan habis dimakan induknya.

Pakan pertama bagi larva umur sehari adalah chlorella yang diberikan tiap hari selama 20 hari dan dapat diselingi pakan rotifer. Setelah berumur 15 hari, larva dijatah naupli artemia setiap hari. Selain naupli artemia, larva juga dilatih makan pellet MB.

Pada umur 20 hari, larva mulai diberi pakan pellet NRD meski terkadang masih diberikan naupli artemia. Lima hari kemudian, warna badannya mulai berubah dari hitam menjadi biru.

Setelah larva berumur 30–35 hari, terjadi perubahan menjadi benih blue devil dengan ditandai badannya yang dominan berwarna biru. Pada umur inilah benih dipindahkan ke bak pendederan berukuran 8 ton. Di sana benih diberi pakan pellet dan naupli artemia. Penggantian air dapat dilakukan dengan cara penyifonan sampai dasar bak pendederan terlihat bersih, disertai air bersih yang mengalir. Teknik pembenihan blue devil ini pun diharapkan bisa diterapkan masyarakat sehingga memutar roda perekonomian setempat.
http://cara-buat-cari-contoh.blogspot.com/2013/07/budidaya-blue-devil-betok-ambon.html

budidaya ikan angelfish

Budidaya Ikan Manfish (Angel Fish)


Ikan Manfish yang dikenal juga dengan istilah 'Angel fish' ialah termasuk ikan bertulang sejati. Disebut Angel Fish, karena bentuk dan warnanya yang menarik dan gerakkannya yang tenang. Habitat asli ikan ini berasal dari perairan Amazon, Brazil, Columbia dan Peru di wilayah Amerika Selatan.

Ia hidup di perairan air tawar (pH 6 – 8) yang tenang arus airnya dan punya banyak tanaman air. Suhu air ideal untuk Manfish berkisar 24 – 30 oC. Ukuran ikan Manfish bisa mencapai panjang 7,5 cm (di kepustakaan ada yang menyatakan panjangnya bisa lebih dari 25 cm).

Manfish (Pterophyllum scalare) tergolong ke dalam famili Cichlidae, mempunyai ciri-ciri morfologis dan kebiasaan sebagai berikut:

- Memiliki warna dan jenis yang bervariasi
- Bentuk tubuh pipih, dengan tubuh seperti anak panah
- Sirip perut dan sirip punggungnya membentang lebar ke arah ekor, sehingga tampak sebagai busur yang berwarna gelap transparan
- Pada bagian dadanya terdapat dua buah sirip yang panjangnya menjuntai sampai ke bagian ekor.
- Menjaga dan melindungi keturunannya.
- Bersifat omnivorus
- Tergolong mudah menerima berbagai jenis makanan dalam berbagai bentuk dan sumber

Beberapa jenis ikan Manfish yang dikenal dan telah berkembang di Indonesia antara lain: Diamond (Berlian), Imperial, Marble dan Black-White.

Manfish Diamond (Berlian) berwarna perak mengkilat sampai hijau keabuan. Pada bagian kepala atas terdapat warna kuning hingga coklat kehitaman yang menyusur sampai bagian punggung.

Manfish Imperial mempunyai warna dasar perak, tetapi tubuhnya dihiasi empat buah garis vertikal berwarna hitam/coklat kehitaman.

Manfish Marble memiliki warna campuran hitam dan putih yang membentuk garis vertikal.

Sedangkan Manfish Black-White mempunyai warna hitam menghiasi separuh tubuhnya bagian belakang, dan warna putih menghiasi separuh bagian depan termasuk bagian kepala.

Klasifikasi angelfish menurut Schultze (1823) sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Sub Kingdom : Metazoa
Phylum : Chordata
Sub phylum : Vertebrata
Superclass : Osteichthyes
Class : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Family : Cichlidae
Genus : Pterophyllum
Species : Pterophyllum scalare

Untuk melakukan pembibitan dan pemeliharaan ikan manfish sampai layak jual, diperlukan perawatan yang baik. Perawatan yang baik meliputi perawatan kondisi air yang baik dan terebas dari zat-zat kimia berbahaya seperti amoniak dan lain-lain. Selain itu kondisi kolam harus cukup tersedia oksigen sebagai zat penting untuk ikan.

Untuk menambahkan kandungan oksigen terlarut dalam air perlu dipasang aerator. Untuk menyaring kotoran dalam kolam ikan manfish biasanya ditambahkan filter kolam yang menyaring kotoran fisik maupun kimia.

Pengelolaan Induk

Ikan manfish dapat dijadikan induk setelah umurnya mencapai 6 – 7 bulan, dengan ukuran panjang ± 7,5 cm, untuk yang jantan dan 5 cm, untuk yang betina. Ukuran yang sering diperjual belikan secara aman adalah sebesar koin. Hati-hati jika membeli ikan untuk indukan di kios-kios, sebab sering kali ikan-ikan tersebut sudah masuk tahap di afkir, sehingga tidak akan baik jika dipakai sebagai indukan.

Untuk mencapai hasil yang optimal, induk harus dikelola dengan baik, antara lain dengan pemberian pakan yang baik seperti jentik nyamuk, cacing Tubifex, atau Chironomous.

Selain itu, karena induk ikan manfish sangat peka terhadap serangan penyakit, maka perlu diberikan obat antibiotik secara periodik Obat yang biasa digunakan antara lain Oxytetracycline dan garam.

Ciri Seksual

Sebelum ikan ini dewasa, susah membedakan antara jantan dan betinanya. Sebelum dipijahkan, induk manfish dipelihara secara massal ( jantan dan betina ) terlebih dahulu dalam satu akuarium besar (ukuran 100 x 60 x 60 cm3). Betina yang siap bertelur, kelihatan gendut pada perutnya dan dikelamin terlihat menonjol keluar. Setelah telur matang dan masuk waktunya kawin, mereka mencari pasangan yang cocok. Induk manfish yang akan kawin selalu berpasangan, berenang berdampingan dan memisahkan dari ikan lainnya. Induk yang berpasangan tersebut sudah dapat diambil dan dipijahkan pada tempat pemijahan.

Selain itu dapat dilakukan dengan memasangkan induk manfish secara langsung setelah mengetahui induk jantan dan betina. Induk jantan memiliki ciri-ciri ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan induk betina. Kepala induk jantan terlihat agak besar dengan bagian antara mulut ke sirip punggung berbentuk cembung, serta bentuk badan lebih ramping dibandingkan dengan ikan betina.

Sementara induk betina memiliki ciri-ciri, ukuran tubuh yang lebih kecil dan bentuk kepalanya yang lebih kecil dengan bagian perut yang lebih besar/gemuk serta terlihat agak menonjol.

Teknik Pemijahan

Setelah induk memijah, penetasan telur dapat segera dilakukan. Penetasan telur ada beberapa cara:

Substrat yang telah ditempeli telur diangkat, untuk dipindahkan kedalam aquarium penetasan. Pada waktu mengangkat substrat diusahakan agar telur senantiasa terendam air, untuk itu dapat digunakan baskom atau wadah lain yang dimasukkan ke tempat pemijahan

Cara kedua yaitu telur ditetaskan dalam tempat pemijahan. Setelah menetas (2 ~ 3 hari) benih yang masih menempel pada substrat dapat dipindahkan ke aquarium. Pemindahan benih dilakukan dengan cara yang sama

Pemijahan dilakukan di akuarium berukuran 60 x 50 x 40 cm3 dengan tinggi air 30 – 40 cm. Selanjutnya beri tambahan oksigen dengan menggunakan pompa udara. Akuarium juga perlu diberi aerasi untuk menyuplai oksigen. Ikan manfish akan menempelkan telurnya pada substrat yang halus, misalnya pakai kaca yang di taruh dalam akuarium secara miring, ada juga pakai batang kayu, keramik lantai, cone yang dijual di toko akuarium, atau yang lazim dipakai para peternak adalah potongan pipa PVC yang telah disiapkan/ditempatkan dalam akuarium pemijahan.

Karena ikan manfish cenderung menyukai suasana yang gelap dan tenang, maka pada dinding akuarium dapat ditempelkan kertas atau plastik yang berwarna gelap. Induk manfish akan memijah pada malam hari. Induk betina menempelkan telurnya pada substrat dan diikuti ikan jantan yang menyemprotkan spermanya pada semua telur, sehingga telur-telur tersebut terbuahi.

Jumlah telur yang dihasilkan setiap induk berkisar antara 500 – 1000 butir, tergantung jenis dan besar ikannya. Selama masa pemijahan tersebut, induk tetap diberi pakan berupa cacing Tubifex, Chironomous atau Daphnia.

Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva

Telur yang menempel pada substrat, selanjutnya dipindahkan ke akuarium penetasan telur (berukuran 60 x 50 x 40 cm3) untuk ditetaskan. Pada air media penetasan sebaiknya ditambahkan obat anti jamur, antara lain Methyline Blue dengan dosis 1 ppm.

Untuk menjaga kestabilan suhu, maka ke dalam media penetasan telur tersebut digunakan pemanas air (water heater) yang dipasang pada suhu 27 – 28 oC.

Telur manfish akan menetas setelah 2 – 3 hari, dengan tingkat penetasan telur berkisar 70 – 90 %. Selanjutnya paralon tempat penempelan telur diangkat dan dilakukan perawatan larva hingga berumur ± 2 minggu.

Telur dan benih yang masih menempel pada substrat tidak perlu diberi makan. Setelah lepas dari substrat (3 ~ 4 hari) dapat diberikan makanan berupa rotifera atau kutu air yang disaring, selama 5 ~ 7 hari. Selanjutnya benih diberi kutu air tanpa di saring.

Pakan yang diberikan selama pemeliharaan larva tersebut berupa pakan alami yang sesuai dengan lebar mulut larva dan memiliki kandungan protein yang tinggi, antara lain nauplii Artemia sp. Pakan tersebut diberikan 2 kali sehari ( pagi dan sore ) hingga larva berumur 7 – 10 hari diberi kutu air dan benih mulai dicoba diberi cacing rambut (cacing Tubifex).

Pendederan dan Pembesaran

Setelah berumur ± 2 minggu, benih tersebut dapat dilakukan penjarangan untuk kemudian dilakukan pendederan sampai ikan berumur satu bulan.mLangkah berikutnya adalah memanen benih tersebut, untuk dipindahkan ke dalam bak / wadah pembesaran.

Pembesaran dapat dilakukan dengan akuarium, bak fiber, bak semen, kolam terpal hingga kolam lumpur yang luas. Jika dipelihara pada kolam lumpur pakan alami akan lebih banyak tersedia sehingga pemberian makanan tambahan tidak begitu banyak. Jika dipelihara pada akuarium atau kolam semen ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

Setelah benih memakan cacing rambut, perlu dilakukan penjarangan di aquarium yang lebih besar. Pada 1,5 bulan dapat ditebar sebanyak 1.000 ekor benih pada bak tembok berukuran (1,5 x 2) meter persegi dengan tinggi air 15 – 20 cm.
Selanjutnya penjarangan dilakukan 2 minggu sekali dengan membagi dua, sehingga tiap kolam diisi 100 ekor / m2.
Pada keadaan terbatas kepadatan lebih dari 100 ekor, asal ketinggian air ditambah serta diberi pompa udara.
Pembersihan kotoran dilakukan setiap hari dengan menyiphon dan air sebagaimana semula, atau jika kolam/akuarium memiliki sistem filter yang baik tidak perlu melakukan pembersihan air, cukup menambahkan air jika mulai berkurang. Penggantian air sebagian bisa dilakukan seminggu sekali.

Selama masa pembesaran, diupayakan agar ada aliran air ke dalam wadah pembesaran walaupun sedikit. Pakan yang diberikan berupa cacing Tubifex atau pellet sampai benih berumur ± 2 bulan. Ukuran yang dicapai biasanya berkisar 3 – 5 cm. Jika pakan dan kualitas air mendukung, keberhasilan pada masa pembesaran dapat mencapai 70 – 90 %.

Selanjutnya benih manfish dapat dibesarkan lagi hingga mencapai ukuran calon induk atau induk dengan padat penebaran yang lebih kecil.

Penyakit dan Penanggulangannya

Ikan manfish dikenal cukup peka terhadap serangan penyakit, untuk itu diperlukan pengelolaan secara baik dengan menjaga kualitas air dan jumlah pakan yang diberikan. Beberapa jenis parasit yang biasa menyerang benih/induk Manfish antara lain adalah : Trichodina sp., Chillodonella sp. dan Epystilys sp. Sedangkan bakteri yang menginfeksi adalah Aeromonas hydrophilla.

Beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk menanggulangi serangan penyakit parasitek antara lain : Formalin 25%, NaCl 500 ppm. Sedangkan untuk penyakit bakterial dapat digunakan Oxytetrachycline 5 – 10 ppm dengan cara perendaman 24 jam.

Sumber : http://smart-pustaka.blogspot.com/2011/01/budidaya-ikan-manfish-angel-fish.html